16 June 2010


Yippa!!!

Gini nih kalau temen sekerjaan dan boss ditempat kerja banyakan chinnesse nya. Akhirnya cara makan, bahkan tradisi mereka pun mau ga mau harus diikuti *pssttt yang halal aja tentunya yah* :devilishgrin:

Termasuk kejadian hari ini. Dikantor masing-masing pada bawa kue bacang, bahkan Marriott sendiri nyediain satu showcase buat majang produk kue bacang nya *halal tentunya* buat menyambut hari sembahyang bacang bagi etnis tionghoa. Semua pada tuker-tukeran kue bacang pada hari ini [dan 2 hari sebelumnya] layaknya tuker-tukeran cokelat pada saat valentine.
:inlove:


Semua pada tau kan apa itu kue bacang?, atau malahan penggemar kue bacang??...

Saya sendiri sangat tidak suka dengan yang namanya kue bacang. Bukan karena saya ga suka ngemil. Tapi itu semata-mata karna [di Medan] mayoritas pencinta kue bacang adalah masyarakat tionghoa [kalau pribumi biasanya ngira bacang itu kaya sejenis buah kuini yang agak bulet tapi asem]. Dan mereka biasanya membuat bacang dengan isi yang ga boleh dimakan [-haram-], walaupun bagi sebahagian toko-toko kue atau hotel [seperti Marriott] menyajikan kue bacang dengan macam variasi yang halal tentunya seperti ayam, kacang merah, kuning telur asin, biji teratai, sejenis kacang yg bentuknya kayak kemiri, jamur hioko, udang kering, dan sapi dengan bentuk-bentuk dan warna-warna yang unik dan menyelerakan. Tapi tetep aja kue bacang identik dengan isi lap chiong dan daging [haram].
Soo... sorry teman, ganti makanan lain aja yah buat share, lemper misalnya? kan mirrriippp
:sorry:

Tapi sebenernya bukan kue bacangnya yang menjadi suatu misteri bagi saya. Tapi hal-hal yang dilakukan temen-temen tionghoa saat sembahyang bacang ini sendiri.
Oke, ini sedikit report tentang sembahyang bacang yang saya [saksikan dan diceritain] hari ini :

1. Membuat Kue Bacang

Warga tionghoa biasanya membuat sendiri kue bacang dirumah dan pagi-pagi hari tepat sehari dan pada hari perayaan Peh Cun diletakin di depan altar orang tua/leluhurnya yang udah meninggal. Bahkan ada sebahagian yang menghanyutkan kue bacang itu ke sungai [kalau ini sih saya yakin ga ada yg ngelakuin berhubung sungainya jauh). Katanya sih untuk menghormati perayaan Peh Cun/(Duan Wu)

2. Sembahyang Bacang/Tradisi Peh Cun

Nah tepat jam sebelasan tadi temen-temen saya pada ngumpul disatu ruangan buat berdoa bersama [ga ngerti sih doanya] yang jelas kata mereka itu untuk merayakan Duan Wu yang jatuh tepat tanggal 5 bulan 5, penanggalan lunar/setelah imlek. Mereka sebelumnya sudah mempersiapkan satu wadah yang berisi air mentah [diambil dari kamar mandi kantor], dan masing-masing membawa satu gelas air yang nantinya tepat jam 12 siang akan mereka isi dengan air yang ada diwadah tersebut untuk dimasak dan diminum. Tujuannya [katanya] untuk membuang penyakit-penyakit yang katanya ada didalam tubuh setiap manusia. Termasuk penyakit cinta kah? hahaha

3. Berdiriin Telur

Nah, pada saat berdiriin telur ini yang paling meriah menurut saya [karena saya juga boleh ikutan hehehe]. Semua di kami pada megangin satu atau malah dua telur mentah untuk diberdiriin tanpa trik dan alat apapun. Dan horaayyyyyy saya berhasil nge-bediriin satu telur diatas lantai walau cuma beberapa detik huhahahahaha... :astig:

Eits tapi ada lho temen saya yang bisa ngebediriin 2 telur sekaligus diatas lantai selama 5 menit [sayang saya ga bawa henpon buat motoinnya karna ga enak ama temen-temen kalo malah motoin disaat mereka ngejalanin tradisinya].

Katanya jika ada yang bisa ngebediriin telur mentah pada saat perayaan Peh Cun, maka itu berarti orangnya bisa dapet keberkahan sendiri. Wahhh asyik banget!

Awalnya cuma seneng-seneng aja lomba-lombaan nge-bediriin telur tanpa ada trik apapun. Dan parahnya saya kira hal ini bisa dilakukan kapan saja, tapi ternyata nggak!.
Tradisi ngebediriin telur ini hanya dilakukan pada hari Peh Cun, dan hanya ketika tengah hari [sekitar jam 12 siang].

Kenapa harus jam segitu?. Nah berdasarkan hasil googling, saya ngumpulin inpoh yang mengatakan kalau posisi matahari pada titik kulminasi terdekat dengan bumi, sehingga pengaruh gravitasi matahari tehadap bumi lebih kuat. Menurut sebuah sumber, diperkirakan matahari - bulan - bumi dan ada 1 atau 2 planet yang segaris orbit, jadi gravitasinya seimbang sehingga telur bisa berdiri secara stabil.

Tapi kemudian Gandalf The Grey, mementahkan ‘kepercayaan’ tsb dengan tulisannya, yang saya kutip di bawah ini:

Anehnya kalau kepercayaan China mengatakan hari telur berdiri adalah hari Duan Wu Jie pada bulan ke 5 tanggal 5 kalender lunar yang jatuh sekitar bulan Juni di kalender Gregorian, maka di negara barat ‘kepercayaan’ hari telur berdiri adalah pada ‘vernal equinox’ yaitu posisi matahari tepat di atas katulistiwa yang selalu jatuh sekitar tanggal 20 – 23 Maret tiap tahun. Dan tentunya bagi yang mempercayainya dan mencoba pada hari kepercayaan masing-masing, semua (baik yang China maupun barat) mengatakan berhasil dan benar nyatanya… padahal memang kapan saja bisa berhasil.

Nah, mau nyoba bediriin telur diatas lantai/media apapun [yang penting datar] tanpa trik [biasanya pakai garam] atau malah pakai triknya Collombus???...
Tapi nyobanya pakai telur mentah yaa, jangan telur mata sapi :p

Try It At Home....

:wave:

1 comment:

Mr Lonely said...

nice blog.. have a view of my blog when free.. http://www.lonelyreload.blogspot.com .. do leave me some comment / guide if can.. if interested can follow my blog...

Post a Comment

 
Copyright (c) 2011 Adiba's Mommy. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.
Desing Downloaded From Free Blogger Templates | Free Website Templates | Free PSD Graphics